Nama : Nadira Avnedria
Kelas : 2PA14
NPM : 16513288
1. Hubungan Interpersonal
- Model – Model Hubungan Interpersonal
1)
Model Pertukaran Sosial (Social exchange model), hubungan interaksi ini
disamakan dengan interaksi dagang. Orang berinteraksi karena ada yang
diharapkan untuk memenuhi kebutuhan.
2) Peran model, hubungan
interaksi ini memandang interaksi sosial sebagai suatu sandiwara. Setiap
individu harus memainkan perannya sesuai dengan “naskah”, jika ia menyimpang
terdapat sanksi sosial yang akan dikenakan.
3) Model permainan, model ini
dikenal dengan analisis transaksional. Dalam hubungan, individu dihadapkan pada
bermacam-macam permainan.
4)
Model interaksi sosial, memandang hubungan interpersonal sebagai suatu
sistem. Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif, dan medan.
- Memulai
Hubungan
Hal yang
pertama kali individu lakukan untuk berinteraksi dengan orang baru yaitu tahap
perkenalan. Tahap ini individu saling berbagai informasi untuk saling
mengenal satu sama lain. Informasi yang biasanya didapat adalah nama, usia,
pekerjaan, tempat tinggal, dan sebagainya.
Setelah perkenalan dan terdapat beberapa kesamaan,
tahap selanjutnya adalah peneguh hubungan. Untuk mempertahankan hubungan
interpersonal dibutuhkan keteguhan untuk menjaga keseimbangan. Menjaga
keseimbangan disini antara lain terentuknya keakraban, adanya kontrol, adanya
feedback (respon) yang baik, dan nada emosional yang baik ketika komunikasi
sedang berlangsung
- Hubungan
Peran
Menganggap
hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang
harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh
masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu
bertindak sesuai dengan peranannya.
- Intimasi dan Hubungan Pribadi
Dalam suatu hubungan juga perlu adanya companionate
love, passionate love dan intimacy love. Karena apabila kurang salah satu saja
di dalam suatu hubungan atau mungkin hanya salah satu di antara ketiganya itu
di dalam suatu hubungan maka yang akan terjadi adalah hubungan tersebut tidak
akan berjalan dengan langgeng atau awet, justru sebaliknya setiap pasangan
tidak merasakan kenyamanan dari pasangannya tersebut sehingga yang terjadi
adalah hubungan tersebut bubar dan tidak akan ada lagi harapan untuk membangun
hubungan yang harmonis dan langgeng.
- Intimasi dan Pertumbuhan
Intimasi juga dibutuhkan dalam proses pertumbuhan.
Mengapa? Karena dengan mendapatkan perasaan kedekatan, didukung segala
aktivitas baik yang dikerjakan, diberi kebebasan untuk dapat mengutarakan apa
yang sedang dirasakan yang dibagi juga ke orang lain, serta memiliki perasaan dicintai
itu semua memang komponen yang nantinya akan saling melengkapi dengan baik akan
membentu proses pertumbuhan pada anak. Dimana keluarga dengan intimasi yang
baik akan menciptakan suasana yang kondusif untuk mendukung tumbuh kembang anak
– anak.
2. Cinta dan Perkawinan
- Memilih
Pasangan
Memilih
pasangan hidup merupakan sesuatu hal yang sangat penting hukumnya atau (wajib),
Karna dalam hidup apa lagi sih yang kita cari kalo bukan jodoh kita. Salah
satunya pasangan hidup merupakan tujuan utama dalam hidup ini, karna menurut
agama kenapa Allah menciptakan Perempuan dan Laki-laki. agar mereka bisa hidup
berpasang-pasangan.
- Hubungan
dalam Perkawinan
Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga
marriage and relationship educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima
tahap perkembangan dalam kehidupan perkawinan. Hubungan dalam pernikahan bisa
berkembang dalam tahapan yang bisa diduga sebelumnya. Namun perubahan dari satu
tahap ke tahap berikut memang tidak terjadi secara mencolok dan tak memiliki
patokan batas waktu yang pasti. Bisa jadi antara pasangan suami-istri,
yang satu dengan yang lain, memiliki waktu berbeda saat menghadapi dan melalui
tahapannya. Namun anda dan pasangan dapat saling merasakannya.
- Pernyesuaian dan Pertumbuhan Dalam Perkawinan
Perkawinan
tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat
mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak
diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan
dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi
dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam
perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan
serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak.
- Perceraian dan Pernikahan Kembali
Menikah Kembali setelah perceraian mungkin menjadi
keputusan yang membingungkan untuk diambil. Karena orang akan mencoba untuk
menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam perkawinan sebelumnya dan mereka
tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah yang dialami. Mereka biasanya
kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin pernikahan yang berhasil karena
kegagalan lama menghantui mereka dan membuat mereka ragu-ragu untuk mengambil
keputusan.Sebagai manusia, kita memang mempunyai daya tarik atau daya
ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang baru. Jadi, semua hal yang telah
kita miliki dan nikmati untuk suatu periode tertentu akan kehilangan daya
tariknya. Misalnya, Anda mencintai pria yang sekarang menjadi pasangan karena
kegantengan, kelembutan dan tanggung jawabnya. Lama-kelamaan, semua itu berubah
menjadi sesuatu yang biasa. Itu adalah kodrat manusia. Sesuatu yang baru
cenderung mempunyai daya tarik yang lebih kuat dan kalau sudah terbiasa daya tarik
itu akan mulai menghilang pula.
Esensi dalam
pernikahan adalah menyatukan dua manusia yang berbeda latar belakang. Untuk
itu kesamaan pandangan dalam kehidupan lebih penting untuk diusahakan bersama.
Jika ingin sukses dalam pernikahan baru, perlu menyadari tentang beberapa hal
tertentu, jangan biarkan kegagalan masa lalu mengecilkan hati, menikah Kembali
setelah perceraian bisa menjadikan pengalaman, tinggalkan masa lalu dan
berharap untuk masa depan yang lebih baik lagi dari pernikahan sebelumnya.
- Alternatif Selain Pernikahan
Alternatif lain selain pernikahan, biasanya adalah
individu lebih memilih untuk melajang. Individu yang lebih memilih melajang
biasanya memiliki berbagai macam alasan, diantaranya mereka menganggap
pernikahan merupakan sebuah kekangan hidup. Mereka yang melajang adalah
individu yang ingin kehidupan bebas tanpa adanya sebuah komitmen. Alasan lain
orang melajang adalah dia sedang memilih seseorang yang tepat untuk
mendampinginya kelak kana pernikahan bukanlah sebuah mainan.
Akan tetapi sesungguhnya manusia memerlukan pernikahan
karena pernikahan membuat dua orang yang berbeda menjadi satu. Perikahan juga
merupakan sebuah ibadah menurut agama.
Sumber :
https://xiaolichen14.wordpress.com/2013/04/26/hubungan-interpersonal/
http://firasworldandlife.blogspot.com/2013/06/hubungan-interpersonal.html
http://shafashan15.blogspot.com/2012/04/hubungan-interpersonal.html
http://dedeh89-psikologi.blogspot.com/2013/06/tulisan-3-deskripsi-cinta-dan-perkawinan.html
https://ayuningtyasanywhere.wordpress.com/2014/06/08/hubungan-interpersonal-dan-cinta-dan-pernikahan/
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus