Minggu, 07 Juni 2015

Hubungan Interpersonal, Cinta dan Perkawinan

Tugas : 3
Nama : Nadira Avnedria
Kelas : 2PA14
NPM : 16513288

1. Hubungan Interpersonal

  1. Model – Model Hubungan Interpersonal
1)      Model Pertukaran Sosial (Social exchange model), hubungan interaksi ini disamakan dengan interaksi dagang. Orang berinteraksi karena ada yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan.
2)      Peran model, hubungan interaksi ini memandang interaksi sosial sebagai suatu sandiwara. Setiap individu harus memainkan perannya sesuai dengan “naskah”, jika ia menyimpang terdapat sanksi sosial yang akan dikenakan.
3)      Model permainan, model ini dikenal dengan analisis transaksional. Dalam hubungan, individu dihadapkan pada bermacam-macam permainan.
4)      Model interaksi sosial, memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif, dan medan.

  1. Memulai Hubungan
Hal yang pertama kali individu lakukan untuk berinteraksi dengan orang baru yaitu tahap perkenalan. Tahap ini individu saling berbagai informasi untuk saling mengenal satu sama lain. Informasi yang biasanya didapat adalah nama, usia, pekerjaan, tempat tinggal, dan sebagainya.
Setelah perkenalan dan terdapat beberapa kesamaan, tahap selanjutnya adalah peneguh hubungan. Untuk mempertahankan hubungan interpersonal dibutuhkan keteguhan untuk menjaga keseimbangan. Menjaga keseimbangan disini antara lain terentuknya keakraban, adanya kontrol, adanya feedback (respon) yang baik, dan nada emosional yang baik ketika komunikasi sedang berlangsung

  1. Hubungan Peran
Menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertindak sesuai dengan peranannya.

  1. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Dalam suatu hubungan juga perlu adanya companionate love, passionate love dan intimacy love. Karena apabila kurang salah satu saja di dalam suatu hubungan atau mungkin hanya salah satu di antara ketiganya itu di dalam suatu hubungan maka yang akan terjadi adalah hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan langgeng atau awet, justru sebaliknya setiap pasangan tidak merasakan kenyamanan dari pasangannya tersebut sehingga yang terjadi adalah hubungan tersebut bubar dan tidak akan ada lagi harapan untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng.

  1. Intimasi dan Pertumbuhan
Intimasi juga dibutuhkan dalam proses pertumbuhan. Mengapa? Karena dengan mendapatkan perasaan kedekatan, didukung segala aktivitas baik yang dikerjakan, diberi kebebasan untuk dapat mengutarakan apa yang sedang dirasakan yang dibagi juga ke orang lain, serta memiliki perasaan dicintai itu semua memang komponen yang nantinya akan saling melengkapi dengan baik akan membentu proses pertumbuhan pada anak. Dimana keluarga dengan intimasi yang baik akan menciptakan suasana yang kondusif untuk mendukung tumbuh kembang anak – anak.

2. Cinta dan Perkawinan

  1. Memilih Pasangan
Memilih pasangan hidup merupakan sesuatu hal yang sangat penting hukumnya atau (wajib), Karna dalam hidup apa lagi sih yang kita cari kalo bukan jodoh kita. Salah satunya pasangan hidup merupakan tujuan utama dalam hidup ini, karna menurut agama kenapa Allah menciptakan Perempuan dan Laki-laki. agar mereka bisa hidup berpasang-pasangan.

  1. Hubungan dalam Perkawinan
Dawn J. Lipthrott, LCSW, seorang psikoterapis dan juga marriage and relationship educator and coach, dia mengatakan bahwa ada lima tahap perkembangan dalam kehidupan perkawinan. Hubungan dalam pernikahan bisa berkembang dalam tahapan yang bisa diduga sebelumnya. Namun perubahan dari satu tahap ke tahap berikut memang tidak terjadi secara mencolok dan tak memiliki patokan batas waktu yang pasti.  Bisa jadi antara pasangan suami-istri, yang satu dengan yang lain, memiliki waktu berbeda saat menghadapi dan melalui tahapannya. Namun anda dan pasangan dapat saling merasakannya.

  1. Pernyesuaian dan Pertumbuhan Dalam Perkawinan
Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak.

  1. Perceraian dan Pernikahan Kembali
Menikah Kembali setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil. Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan.Sebagai manusia, kita memang mempunyai daya tarik atau daya ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang baru. Jadi, semua hal yang telah kita miliki dan nikmati untuk suatu periode tertentu akan kehilangan daya tariknya. Misalnya, Anda mencintai pria yang sekarang menjadi pasangan karena kegantengan, kelembutan dan tanggung jawabnya. Lama-kelamaan, semua itu berubah menjadi sesuatu yang biasa. Itu adalah kodrat manusia. Sesuatu yang baru cenderung mempunyai daya tarik yang lebih kuat dan kalau sudah terbiasa daya tarik itu akan mulai menghilang pula.
Esensi dalam pernikahan adalah menyatukan dua manusia yang berbeda latar belakang. Untuk itu kesamaan pandangan dalam kehidupan lebih penting untuk diusahakan bersama. Jika ingin sukses dalam pernikahan baru, perlu menyadari tentang beberapa hal tertentu, jangan biarkan kegagalan masa lalu mengecilkan hati, menikah Kembali setelah perceraian bisa menjadikan pengalaman, tinggalkan masa lalu dan berharap untuk masa depan yang lebih baik lagi dari pernikahan sebelumnya.

  1. Alternatif Selain Pernikahan
Alternatif lain selain pernikahan, biasanya adalah individu lebih memilih untuk melajang. Individu yang lebih memilih melajang biasanya memiliki berbagai macam alasan, diantaranya mereka menganggap pernikahan merupakan sebuah kekangan hidup. Mereka yang melajang adalah individu yang ingin kehidupan bebas tanpa adanya sebuah komitmen. Alasan lain orang melajang adalah dia sedang memilih seseorang yang tepat untuk mendampinginya kelak kana pernikahan bukanlah sebuah mainan.
Akan tetapi sesungguhnya manusia memerlukan pernikahan karena pernikahan membuat dua orang yang berbeda menjadi satu. Perikahan juga merupakan sebuah ibadah menurut agama.


Sumber :
https://xiaolichen14.wordpress.com/2013/04/26/hubungan-interpersonal/
http://firasworldandlife.blogspot.com/2013/06/hubungan-interpersonal.html
http://shafashan15.blogspot.com/2012/04/hubungan-interpersonal.html
http://dedeh89-psikologi.blogspot.com/2013/06/tulisan-3-deskripsi-cinta-dan-perkawinan.html

https://ayuningtyasanywhere.wordpress.com/2014/06/08/hubungan-interpersonal-dan-cinta-dan-pernikahan/

1 komentar: